Puisi Rindu
"Ranting Mei Yang Jatuh"
aku tak bisa menyusun dongeng dan kata penutup untuk kulewati setiap tanggal demi tanggal di ujung bulan ini.
Hanya bisa kutatap diam dan tanya sampai rembulan menyelinap di antara sajak dan embun.
Aku tak bisa merangkai kata mutiara yang bisa kulingkar sebagai tanggal pertemuan dengan coretan biru pada kalender rindu di padang cakrawala,
Hanya bisa kugamit bayang bayangmu dan jejak, merangkul semua getaran degup yang terperangkap dalam kesunyian walaupun tak lagi terdengar sempurna di sudut akhir kerlingan mata.
Kau ranting bulan Mei yang jatu tanpa jejak, tanpa senyum, tanpa suara indahmu hilang begitu saja. Yang kau sisahkan tinggal air mata pada serangga hitam Masih bergantungan diujung puisi rinduku. Sebongkah harapan yang menyala biarla ia melangkah menerangi ruang angkasa Padang paling luas tempat kita meninggalkan jejak cinta yang tak pernah terhapus oleh cuaca.
#Ko_terlalu_besar_buat_sa.
Penyair.Yesaya N.Desnam.